Ayah Life-Style
      Bunda Life-Style
      Ananda Life-Style
      Artikel
      WajarNet Life-Style
      Kump. Diskusi Interaktif
      Belajar Jadi Pembicara
      Resep Keluarga
      Ananda Masterpiece
      Oleh-oleh Cyber-Traveling
      Bingkisan Cyber-Friends







     Writen By: ©Yanuar Rizky. Jika ingin mengutip hubungi penulis

Jenis Artikel :


04/09/2008
Seandainya Saya (Bermimpi) Menjadi Capres
“Pantang bagi saya merampok kampung Sendiri” (Kusni Kasdut, Legenda Perampok Indonesia, dipidana mati tahun 1980) Gatra, 4-10 September 2008: Berdasarkan banyak survey, Pemilu 2009 akan menghadapi apatisme rakyat. Generasi muda sebagai pemilik masa depan harus tetap memiliki harapan menerobos makna dibalik apatisme itu sendiri, meski hanya (baru) mimpi.


10/07/2008
Wajah Dunia Dari Teropong Donasi Capres Amerika Serikat
Gatra, 9-16 Juli 2008: Barack Obama, calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat menyatakan keinginannya menghukum spekulan penyebab kenaikan harga minyak di bursa komoditas (salah satu anak cabang Pasar Finansial). Pencitraan positif tersebut, apakah akan terjadi seandainya Obama menjadi Presiden AS?


20/06/2008
Majelis Reboan The Fed di Stadion Finansial Indonesia
elrizkyNet, 20 Juni 2008: PILU rasanya melihat kondisi yang terus saya amati setiap pukul 4:30 subuh di hari Jum’at setiap minggunya. Sejak 2002, saya melihat bahwa tata baru dunia finansial yang terbuka, serta mulainya Cina menjadi petarung di pasar finansial telah membuat harga yang dibentuk tak bisa terlepas dari doomsday scenario dari strategi perang moneter itu sendiri.


18/06/2008
Tekanan Daya Beli dan Misi Hade
Koran Tribun Jabar, Kolom Referat, Senin 16 Juni 2008: HADE (H Ahmad Heryawan dan H Dede Yusuf) telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat. Kemenangan Hade seolah mengulang "laboratorium politik" yang juga mengantarkan kemenangan SBY-JK di Pemilu 2004. Menghukum kegagalan dengan mencoba figur baru.


03/06/2008
Ironi Bursa Efek
Majalah TRUST, 2-8 Juni 2008: MELALUI Peraturan Pemerintah (PP) No. 81 Tahun 2007, sejak awal tahun 2008, pemerintahan SBY-JK memberi insentif pemotongan pajak penghasilan (PPh) sebesar 5% untuk perusahaan yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dividen saham yang diterima investor bursa efek juga dibebaskan dari pemotongan pajak. Beleid itu jelas menyenangkan para pemilik rekening efek. Data di Kustodian Sentral (KSEI) mencatat, pemilik rekening efek baru mencapai angka 254.254 atau hanya 0,01% dari populasi rakyat Indonesia. Apakah melepaskan potensi penerimaan pajak dari 0,01% masyarakat di bursa dianggap lebih pantas daripada memangkas subsidi BBM?





Copyright ©2003 : elrizkyNet
Yanuar Rizky      Elsa Rasyilawati