| -Yanuar Rizky- Analisa Ekonomi @Tabloid Kontan, 23-28 Februari 2010: Prinsip dasar pengawasan adalah mengelola pasar yang mendekati sempurna, bukan menjamin kesempurnaan pasar. Karena saat pasar bekerja hasilkan keuntungan saat bersamaan resiko mengikutinya (high risk high return). |
| -Yanuar Rizky- Gatra, 28 Januari - 3 Februari 2010: Di pansus angket Bank Century DPR, salah satu ukuran kita telah melalui krisis finansial global adalah dengan telah pulihnya indikator makro yang dipicu menguatnya kembali Rupiah atas US Dolar (Rp-USD) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Benarkah demikian? |
| -Yanuar Rizky- elrizkyNet, 27 Januari 2010: Debat perbedaan pandangan sistemik Bank Century (BC) harusnya dikelola dengan baik. Agar menjadi sekolah pemikiran rakyat atas tersedianya informasi yang cukup berimbang. Hal itu akan meningkatkan literasi pemilih rasional. Ini penting untuk mendobrak pola hubungan emosional yang selama ini dibangun dalam proses politik. Karena politik emosional membawa resiko bawaan rentannya stabilitas ekonomi itu sendiri. |
| -Yanuar Rizky-@ Koran Seputar Indonesia, 8 Desember 2009: Mau mudah memahami sistemik? Pakailah kamus bahasa, sistemik itu berarti
keteraturan. Itulah sebabnya, Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hanya
menjamin suku bunga tertentu dan jumlah tertentu (sampai dengan Rp2
miliar).Di luar itu dianggap unsystemic risk yang harus diserap nasabah. |
| Majalah Trust 30 November - 6 Desember 2009, Interviu: Pro kontra seputar penyertaan modal sementara (bailout) senilai Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, hingga kini tak jua kunjung reda. Meski, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah menyerahkan hasil audit investigasi ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bila polemik masih berkepanjangan, itu karena rincian aliran dana bailout yang masih tak jelas juntrungannya ke mana larinya. |